Differences between Islamic and Conventional Business

Even though the Islamic financial services industry represents only 1 percent of global financial assets, it has been growing strongly over the past decade. In 2011, Islamic financial assets expanded US$ 1,086 billion, an impressive 21-percent growth over the previous year (Oakley, 2011). In recent years, Islamic business is growing quite surprising, both in Indonesia and even in the world. This development was marked by the increasing number of Islamic banks that are emerging. Although some of them have not fully embraced the principles of Shariah yet. Islamic banks have responded to economic and financial shocks in the same way as conventional banks, suggesting that the gap between Islamic and conventional financial practices is shrinking. What exactly are the differences between Islamic and conventional business? Before we discuss about it, first of all let’s take a look at the definition of each of them.

Bisnis syariah: adalah aktivitas bisnis yang dijalankan dengan berasaskan syariah atau prinsip agama Islam. Sesuai dengan prinsip Islam yang melarang sistem bunga atau riba yang memberatkan, maka bisnis syariah beroperasi berdasarkan kemitraan pada semua aktivitas bisnis atas dasar kesetaraan dan keadilan.

Bisnis konvensional: adalah bisnis yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional dan menggunakan sistem kapitalis sehingga sumber utama pendapatan dan biaya dana bisnis konvensional adalah pengisian bunga melalui pinjaman dan penerimaan deposito. Bunga adalah penggerak utama usaha bisnis konvensional.

Karena bisnis konvensional yang didirikan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis kapitalisme dan adanya sistem bunga atau riba, yang tidak dapat diterima (dilarang) dalam hukum Islam, maka umat Islam tidak ada pilihan kecuali membangun sendiri lembaga keuangan di bawah prinsip-prinsip Islam, oleh karena itulah muncul bank syariah atau Islamic banking.

Berikut adalah tabel yang menunjukkan beberapa perbedaan antara bisnis konvensional dan bisnis syariah:

Bisnis Konvensional

Bisnis Syariah

1. Bisnis konvensional menghalalkan bunga bank. Meminjamkan uang dan mendapatkan kembali dengan bunga tambahan adalah ketentuan dasar dari bank konvensional. 1. Bisnis syariah menggunakan prinsip syariah Islam. Prinsip tersebut melarang bank syariah mengenakan bunga kepada nasabah. Yang ada hanyalah bagi hasil.
2. Bisnis konvensional bebas nilai. 2. Bisnis syariah berinvestasi pada usaha yang halal.
3. Dalam bisnis konvensional besarnya bunga adalah tetap. Meski bisnis mengalami keuntungan, besarnya bunga tidak bertambah. 3. Dalam bisnis syariah besaran bagi hasil berubah-ubah sesuai kinerja bank. Bila bisnis mengalami kauntungan, maka besaran bagi hasil akan bertambah.
4. Bisnis konvensional tidak berurusan dengan zakat. 4. Dalam sistem perbankan Islam modern, telah menjadi salah satu fungsi yang berorientasi layanan dari bank-bank Islam untuk menjadi Pusat Penyalur Zakat dan mereka juga membayar zakat mereka.
5. Dalam bank konvensional, tidak ada lembaga yang seperti Dewan Pengawas Syariah (DPS). 5. Dalam bank syariah ada keharusan untuk memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam struktur organisasinya.
6. Tujuan bisnis konvensional adalah profit oriented yaitu mencari keuntungan. 6. Tujuan bisnis syariah adalah profit dan falah oriented. Artinya bank syariah tidak semata-mata mencari profit tetapi juga berusaha meraih kemenangan baik di dunia maupun di akhirat. Kemenangan di dunia artinya keberhasilan menunjukan bahwa bisnis syariah adalah sistem perbankan yang terbaik, sedangkan kemenangan di akhirat berupa pahala dan kebaikan di sisi Allah.
7. Untuk bank komersial berbasis bunga, pinjaman dari pasar uang relatif lebih mudah. 7. Untuk bank-bank Islam, transaksi harus didasarkan pada persetujuan syariah.
8. Status bank konvensional, dalam hubungannya dengan klien, adalah sebagai kreditur dan debitur. 8. Status bank-bank Islam, dalam hubungannya dengan klien adalah mitra; investor dan pedagang, pembeli dan penjual.

Referensi:

  1. Zaharuddin dan Abd Rahman. 2007. Differences Between Islamic Banks & Conventional” http://www.zaharuddin.net/senarai-lengkap-artikel/38/297-differences-between-islamic-banks-a-conventional.html diakses Jumat, 21 September 2012.
  2. Susanti, Febri. 2009. “Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional” http://www.scribd.com/doc/13141543/Perbedaan-Bank-Syariah-dan-Bank-Konvensional diunduh Jumat, 21 September 2012.
  3. Krasicka, Olga and Sylwia Nowak. 2012. “What’s in It for Me? A Primer on Differences between Islamic and Conventional Finance in Malaysia” http://www.imf.org/external/pubs/ft/wp/2012/wp12151.pdf diunduh Minggu, 7 Oktober 2012.

1 Comment (+add yours?)

  1. Bayu Waspodo (@bayuwaspodo)
    Sep 23, 2012 @ 15:32:04

    perbaiki tugas pertama dulu. judul & abstrak harus dlm bhs inggris. topik yg diminta adalah beda antara proses bisnis syariah dan non syariah, bukan bank syariah dan non syariah.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: