Friendly-Environment Business Process

Since a few years, the whole world aggressively launched global warming programs to save the earth or rather trying to extend the life of our world that is increasingly frail. So were business entrepreneurs, who need to voluntarily participate in this action, because they are surely understand well, the deteriorating condition of the earth can result in inhibited their business activities.

Dengan alasan itulah, para pengusaha ini mulai menyusun suatu strategi, yang biasa disebut green strategy, bagaimana caranya mereka harus menghemat bahan baku dan mengurangi biaya produksi, namun sekaligus juga menambah nilai perusahaan dan tetap menghasilkan produksi yang memuaskan.

Beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai sebuah proses bisnis yang ramah lingkungan adalah:

1. Membangun sebuah tim yang berkomitmen untuk berinisiatif. – Eksekutif senior harus menjadi bagian dari tim ini, dan perlu berkomitmen untuk memastikan bahwa staf di bawah mempekerjakan mereka tahu dan mengerti alasan dan manfaat dari pengendalian lingkungan ini. Perusahaan harus menyampaikan pesan yang jelas tentang komitmen, sehingga “green” menjadi tertanam dalam etos atau budaya organisasi.
2. Hemat energi dan air. – Pertimbangkan konsumsi energi atau air, sebagai awal. Memahami dan mengendalikan biaya-biaya ini dapat dicapai hanya jika perusahaan mengukur penggunaan yang ada dan membandingkannya terhadap standar konservasi. Melalui penggunaan sistem yang “cerdas”, peningkatan efisiensi yang dramatis dapat terjadi.
3. Mulailah dengan mengurangi jumlah cetakan kertas. – Ada baiknya dokumen dicetak pada kedua sisi halaman dan kertas terbuang yang sering ditinggalkan di samping printer bisa digunakan kembali untuk mencetak draft.
4.  Sistem daur ulang – Praktik daur ulang umum dilakukan oleh perusahaan yang sudah mempraktekkan sistem pengelolaan lingkungan seperti sistem manajemen limbah.
5. Mengurangi polusi lingkungan –  Perusahaan perlu untuk mengurangi biaya dan emisi gas rumah kaca dari aset fisik mereka melalui penerapan teknologi yang makin efisien dan canggih.
7. Kemasan yang ramah lingkungan – Harga produk bisa dipangkas dengan sistem pengemasan yang makin efisien dan ramah lingkungan.

Sekarang konsep ramah lingkungan tidak lagi menjadi sebuah gerakan biasa namun sudah menjadi tuntutan pasar. Jika perusahaan bisa cerdas dalam memanfaatkannya, ini bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan bagi para pemimpin perusahaan.

Resources:

  1. Mullon, Paul. 2009. “10 Steps to More Environmentally Friendly Business Processes” http://ezinearticles.com/?10-Steps-to-More-Environmentally-Friendly-Business-Processes&id=3355955 diakses 18 November 2012.
  2. Anonymous. “Bisnis Ramah Lingkungan” http://www.heartline.co.id/eco-family/article59.php diakses 20 November 2012.
  3. Lechner, Rich. 2009. “The Seven Pillars of a ‘Green’ Corporate Strategy” http://www.environmentalleader.com/2009/03/10/the-seven-pillars-of-a-green-corporate-strategy/ diakses 20 November 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: